Di sini Ceritanya Wongsello


Jumat, 25 Oktober 2019

Embun #4

https://m.brilio.net/ngakak/13-meme-macam-macam-teman-ini-bikin-ngakak-mana-yang-kamu-banget-170131s.html


Embun #4

"Dalam Ketidakjelasan Terdapat Kejelasan"

Share:

Embun #3

http://m.voa-islam.com/news/muslimah/2016/01/08/41569/media-massa-dalam-islam-lindungi-ibu-dan-anak/


Embun #3

Sehebat-hebatnya penulis, sekali dia ikut mainstream media, maka dia bukan apa-apa selain hanya sebagai penyalur dan penyuplai hasrat media.
Share:

Selasa, 21 Mei 2019

Ini Soal Kenangan #2

Wongsello 


Orang kangen karena ia pernah tersenyum, tertawa, dan bahagia. Kebersamaan. Tiada yang pernah mengharapkan kesedihan, sebab pada dasarnya manusia mencari kebahagiaan. Manakala lagi di ambang kehampaan dan kegalauan, maka orang akan merindukan masa-masa bahagia dulu. Itulah kangen. Menjadi kenangan.
Share:

Minggu, 12 Mei 2019

Berkah Ramadhan

nusagates.com


Berkah atau barokah adalah bentuk transformasi dari nilai-nilai rahmat Tuhan yang telah dikreatifi oleh manusia. Sehingga nantinya akan menjadi kebaikan, manfaat atau yang dikenal dengan berkah atau barokah untuk lainnya. 


Di dalam salam pun dua nama itu disebut secara berurutan "Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh". Sebelum sampai ke berkah atau barokah, Tuhan memberi nilai-nilai yang lebih default dan principal kepada manusia agar dapat dipelajari dan disalurkan kembali dengan kreatifitasnya masing-masing untuk alam semesta yaitu rahmat. Mudahnya, rahmat dapat diartikan sebagai cinta atau kasih sayang Tuhan. Ini luas. 


Nah, pada bulan ramadhan inilah orang-orang banyak membicarakan soal berkah atau barokah ini. Harapannya dengan hadirnya bulan suci yang selalu dinanti-nanti ini dapat memberikan manfaat dan berkah bagi semuanya sehingga terciptalah suasana badani dan rohani yang saling terhubung dan akan mengamankan atmosfer di alam. 


Ramadhan adalah bulan rohani, maka dalam bulan inilah kita secara rohaniah dapat meningkatkan kualitas diri dengan menciptakan udara segar dan lebih baru lagi dari kemarin-kemarin. Yang nantinya akan keluar melalui kaki tangan kita bekerja untuk memperluas kebaikan-kebaikan di dunia. 


Lalu output selanjutnya dari kebaikan-kebaikan ini akan melahirkan pemahaman baru orang tentang apa itu "Fastabiqul Khoirot". Dan di dalam bulan ramadhan inilah atmosfer itu sangat terasa. 
Share:

Rabu, 24 April 2019

Kesadaran Kurang Maksimal #2

solusisupersukses.com


Keraguan adalah akibat dari kesadaran yang kurang maksimal. Aku baru saja mengalami kejadian yang membuatku tidak pede dan bertanya-tanya tentang keberadaan barang yang aku cari. Flashdisk. Keyakinanku barang itu ada di atas tikar atas tumpukan kertas skripsi, namun aku masih ragu dan mempersoalkan kepada orang-orang terkait yang pernah satu area atau yang bersinggungan sebelumnya. Aku tanyai semua dengan harap cemas, hingga asumsi disembunyikan jin atau makhluk astral pun terlintas di benak.

Apa yang ingin ku sampaikan?

Sederhana  saja. Ceritaku tadi adalah bukti kurangnya kesadaran maksimal yang kita kerahkan untuk mencapai kesadaran tinggi. Itulah yang akan menghilangkan keraguan dan kebimbangan yang kita rasakan. Kesadaran dapat dicapai dengan bertambah baik demi waktu dan akan memperkuat keyakinan yang kita miliki. Inilah yang akan membangun kesadaran tanpa penyesalan ketika kita mengambil keputusan yang berbuah kegagalan. Sebab kita sadar dalam memilih itulah yang menjadikan kita tidak menyesal di kemudian hari. Banyak pertimbangan, perhitungan telah ditempuh untuk sampai pada pemikiran itu, maka sebenarnya penyesalan itu tidak ada kan. Mungkin seperti inilah Khalil Gibran pernah mengatakan “Penyesalan tidak seharusnya ada, karena kita banyak belajar dari diri sendiri” melalui banyak pengalaman dan penderitaan kehidupan tentunya. 
Share:

Selasa, 23 April 2019

Kesadaran Laser dan Cahaya



Rakyatku News 


Aku membayangkan orang yang sholat seperti memancarkan sinar laser ke atas dan ke seluruh penjuru. Dengan pemahaman itu, nanti akan berkembang menjadi cahaya yang melingkupi. Laser adalah cahaya yang memancar satu persatu di tiap titik penjuru alam, dan cahaya adalah laser yang telah mengalami penguapan dan penyebaran dari tiap titik menjadi terhubung dan menjadi satu cahaya agung atau cahaya inti.


Share:

Minggu, 31 Maret 2019

Bukan Hutang, Tapi Sedang Butuh

kaskus.co.id


Aku memperlakukan teman yang hutang bukan sebagai orang yang berhutang padaku, tapi karena mereka sedang butuh itulah yang membuatku menyerahkan uangku. Menyerahkan sebab semua ini bukan milikku, ku sadari itu. Jadi aku tidak menggunakan kata 'memberi' atas alasan demikian. Seperti yang pernah aku ceritakan pada temanku kalau sebetulnya aku tidak mempunyai ini (uang), kebaikan orang-orang lah yang menjadikan ini ada dan tetap dibalik blueprint Tuhan.

Dan aku tidak berusaha untuk menagihnya. Aku berupaya mempertahankan prinsip itu, soalnya tidak sebaiknya orang yang butuh itu ditagih hutangnya, kalau bisa seperti itu meski terkadang masih menahih saat kepepet. Biarkan mereka memenuhi kebutuhannya dan diam lah di tempat, kalau Tuhan sudah berkehendak kamu tidak akan pernah menyangka akan dari arah mana rejeki itu berlomba-lomba menyongsongmu. Itu yang aku pahami. Terkait kalau aku sedang butuh sementara tiada uang, maka aku akan meminjam dari teman lainnya yang bukan dari orang yang pernah hutang padaku. Aku tidak ingin balas dendam dalam hal itu, balas dendam tolong menolong bagiku sungguh kurang berkenan. Setidaknya, bukan untuk membuat perasaan pekewuh atau rikuh dari teman.

Atas pemahaman semua itu aku berani mengatakan bahwa hutang bukan berarti hutang, tapi sedang butuh dan soal menagih aku tidak sampai hati untuk itu, jika tidak kelewat batas. Tentu aku masih belajar dan berusaha, aku juga punya pemahaman lain kalau ada yang hutang sebenarnya aku sedang berpikir bahwa ini Tuhan yang sedang hutang, maka aku harus menyerahkan apa yang menjadi milik-Nya. Kamu tahu kan, aku tidak segila untuk menyerahkan semuanya, aku bukan sehebat itu dan aku masih belajar dan berusaha.
Share:

Kamis, 21 Maret 2019

Ini Soal Longmarch

http://tir-shina.kiev.ua



Aku biasa ngomong soal longmarch di selembar atau lebih timeline wa sampai-sampai aku  tidak memperhatikan orang yang membaca soal apa itu long march.

Aku sendiri meminjam istilah itu dari aktivis demonstran. Pertama kali kenal istilah itu dari tulisannya Gie (Catatan Seorang Demonstran). Ya, Soe Hok Gie aktivis kemanusiaan yang mati muda dan suka menulis catatan harian itu.

Buatku longmarch sendiri adalah sebuah upaya, usaha untuk memperlambat waktu dengan mengamati dan meneliti dari setiap hal atau pandangan atau yang dirasakan atau apa sajalah sehingga memperkaya pengetahuan dan ilmu. Anak muda sekarang sukanya ngegas untuk mendapatkan keinginannya, tapi aku termasuk yang percaya bahwa dengan langkah yang ritmis juga akan mencapai ke sana. Langkah bagiku seperti tahapan yang dapat dilakukan dengan proses perlahan namun kaya akan pengetahuan dan kesadaran yang nanti akan berakibat pada keilmuan.

Padahal dalam kenyataannya waktu itu terus maju dan meninggalkanku, tapi mengapa aku menyebutnya malah memperlambat?

Sebetulnya aku berusaha mengiringi waktu itu dengan perlahan, bukan berpacu ya, tapi bebarengan, namun orang mungkin akan bertanya mana mungkin bebarengan, toh pada akhirnya kau hanya akan ditinggalkan waktu dan membuatmu tidak tepat waktu untuk sampai di tempat.

Memang benar. Namun, kita dapat sesuatu yang barangkali tidak dilihat orang dengan motor. Melangkah itu dengan irama yang ritmis, tidak untuk adu kecepatan, tetapi membangun kesadaran akan kehidupan. Normalnya jarak Sorowajan-Malioboro kira-kira 15 menit jika pakai motor. Akan terasa berbeda dengan yang long march sekitar satu jam. Apa yang di dapat pakai nge gas dan pakai langkah akan tidak sama hasilnya, kecuali yang motoran punya kemampuan itu.

Di jalanan banyak pengetahuan dan ilmu yang berserakan hingga akan menambah dan mempertajam kesadaranmu. Aku tidak anti motor, bahkan aku akhir-akhir ini butuh. Yang aku katakan longmarch itu satu cara untuk menghadirkan pemahaman baru dan kesadaran baru yang lain. Yang nantinya akan berdampak pada keilmuan kita masing-masing.
Share:

Kamis, 07 Maret 2019

Embun #2

Galeri



Embun #2


Kecantikan berbanding lurus dengan kebijaksanaan seharusnya. Semakin cantik orang semakin tinggi tingkat kebijaksanaannya. Karena tahu dirinya punya potensi itulah yang menjadikan kebijaksanaannya makin tinggi. Jika tidak, maka ada benarnya kata-kata Eka Kurniawan "Cantik itu luka".
Share: