Di sini Ceritanya Wongsello


Jumat, 01 November 2019

Kesadaran Seorang Kawindra "Kesadaran Adalah Matahari"


Shutterstock

Kesadaran adalah matahari 
Kesabaran adalah bumi
Keberanian menjadi cakrawala 
Dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata


Rendra mungkin tidak akan sampai pada cara berpikir semacam ini, jika tidak menghayati alam dengan kesadaran terdalam. Aku punya dua cara pandang untuk menjawab ini:

Pertama, kesadaran adalah matahari merupakan sebuah upaya pencarian dan pencapaian manusia yang menggunakan akalnya beserta intuisi perasaan hingga hasil sebuah kesadaran, menyadari bahwa matahari adalah sebuah kesadaran hidup. Kesadaran untuk memberi dan menyebarkan. 

Kedua, kesadaran matahari merupakan kesadaran Tuhan. Kesadaran untuk menghidupi dan mencahayai alam semesta beserta sekalian makhluk.

Kedua cara pandang itu hampir mirip dan terkesan tiada perbedaan, memang aku lebih menekankan sebagai dua pandangan yang saling menguatkan dan terhubung. Jadi, kesadaran Rendra mengenai alam ini merupakan kesadaran tinggi sebagai manusia.

Mengagumkan untuk saat ini jika manusia bisa sampai pada kesadaran semacam ini, walau sebetulnya itu adalah kewajaran dan keniscayaan manusia. Sebab, matahari adalah simbol Tuhan dan kesadaran matahari adalah kesadaran sebagai cahaya yang menyinari segala.
Share:

Jumat, 25 Oktober 2019

Dalam Ketidakjelasan Terdapat Kejelasan

https://artikula.id/dimassigitcahyo/meme-sebagai-metode-gerakan-baru-mahasiswa-milenial/



Ada sebuah kesadaran baru yang lahir dari wacana kehidupan yang semakin mengarah ke sini itu. Dalam mainstream kebudayaan yang telah berjalan, umumnya manusia menyukai kejelasan atau sesuatu yang jelas dan terarah, simpelnya terkonsep rapih. namun, aku dapat pandangan baru bahwa justru kejelasan itu dimulai dari ketidakjelasan. konsep ini berangkat dari pengalaman yang murni sekali, bahkan sebelum pandangan yang sama disampaikan di 17-san, suatu acara kebahagiaan di Jogja. 

Pikiran kita dikontrol globalisasi yang menjadikan semua bak pasar dan material. Dengan keadaan seperti itu, kita di intervensi dan terus ditekan dunia hingga tidak bisa tidak untuk mengikuti alur mereka. Akibatnya nalar pikiran dan batin kita ikut terkikis menjadi rongsokan yang akan mengikuti arus air bah, lalu akhirnya dibuang di tempat yang terlupakan. Paham yang kian tenar itu sadar entah tidak menjadi duri yang menggantikan roh dan jiwa suci kita. 

Maka, atas semua dasar yang konyol itu kita dituntut untuk melakukan hal yang berorientasi ke kapitalisme. Jadi, soal perhitungan harus jelas dan terarah, dan yang tidak jelas dan menguntungkan mereka akan dibuang dan dicap tidak berguna, dunia membenci dan mengutuknya, itu cara mereka. 

Aku sendiri membawa pijakan yang berbeda, jika kejelasan itu akan mengarah ke suatu hal yang tidak bisa dijelaskan dengan logika dan perasaan, maka sebisa mungkin kubuang. Namun, aku menemukan bahwa yang sejujurnya tidak jelas itulah yang akan berbuah jelas. Agak aneh, tapi masuk akal. 

Kalau kamu menunggu sesuatu yang menurutmu tidak jelas, sejujurnya itulah kejelasan. Jelas menunggu dan jelas untuk bersabar, lalu jelas mempelajari keadaan itu. 

Jika dirimu bertanya soal bab konsep dan sistem, memangnya seberapa parameter yang kamu gunakan untuk menghisab itu semua. Emang, yakin dapat terarah dan lancar? Emang bener tahu kalau hasilnya akan sesuai perkiraan? Apa barometermu untuk yakin atas apa yang kamu sebut kejelasan itu?. Emang kamu yakin tahu yang namanya Qodlo Qodar? 

Kalau dasar perhitunganmu adalah materi dan keuntungan, rasanya itu sia-sia. Bahwa suatu yang tidak jelas itu pun sudah jelas. Dalam ketidakjelasan terdapat kejelasan. Ini rasanya mirip suatu ayat, "Bersamaan dengan kesulitan ada kemudahan". 

Share:

Orang-orang Gila yang Emoh Disebut 'Gila'

Instagram Baim Wong/Facebook Irmha Utami Putrie


Kita sering memakai idiom atau istilah yang sebenarnya kadang tersaling-silang atau bahkan distorsi dan rancu. Sebagian mengartikan orang gila adalah terjadinya gangguan saraf di otak yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam kepala hingga jadi oleng (terganggu jiwanya).

Bagiku orang gila adalah orang yang tidak mendapat tempat untuk mengekspresikan rasa dan nuansa yang dimilikinya. Lalu terciptalah bahasa dan budaya, di sini ekspresi rasa kelihatan mendapat platform, tapi sebetulnya sedikit sekali yang bisa dijelaskan.

Kita lihat penyair, menurutku mereka itu orang-orang yang sarat 'gila'. Mereka tiada punya tempat untuk dapat menyalurkan ekspresi jiwanya yang hanya sekadar menjerit misalnya. Hanya melalui bahasa mereka berusaha menyampaikan sesuatu yang sebenarnya itu tidak cukup terwakili. Dan mereka sadar.

Kemudian seniman/perupa. Mereka punya sedikit gambaran yang mungkin bisa dicerna oleh mata jeli orang-orang.
Sapuan kuas dan tebal tipisnya warna akan menjadi nuansa yang dapat menilai lukisan itu sendiri, apalagi jika dibangun dengan suasana magis. Walau banyak juga semisal lukisan yang tidak berbentuk dan abstrak, justru disitu titik di mana ekspresi seniman terwakili, mungkin.

Mereka tidak punya gambaran pasti mengenai karya yang akan dibuat. Jadi lukisan abstrak adalah satu cara yang dapat dimunculkan ke permukaan dengan memendam ekspresi makna sang pelukis.

Bahkan di zaman yang katanya generasi Z, zaman milenial ini mengatakan mereka yang mengaku waras pun rupanya identik dengan orang gila beneran, dan yang  mereka katakan 'gila' justru malah yang waras pemikirannya, aneh. 

Aku kira mereka seniman dan penyair itu orang-orang 'gila' yang hobinya berbicara dengan semesta dan alam, tapi alam gagal memahami mereka. Alam itu adalah manusia.
Share:

Embun #4

https://m.brilio.net/ngakak/13-meme-macam-macam-teman-ini-bikin-ngakak-mana-yang-kamu-banget-170131s.html


Embun #4

"Dalam Ketidakjelasan Terdapat Kejelasan"

Share:

Embun #3

http://m.voa-islam.com/news/muslimah/2016/01/08/41569/media-massa-dalam-islam-lindungi-ibu-dan-anak/


Embun #3

Sehebat-hebatnya penulis, sekali dia ikut mainstream media, maka dia bukan apa-apa selain hanya sebagai penyalur dan penyuplai hasrat media.
Share:

Selasa, 21 Mei 2019

Ini Soal Kenangan #2

Wongsello 


Orang kangen karena ia pernah tersenyum, tertawa, dan bahagia. Kebersamaan. Tiada yang pernah mengharapkan kesedihan, sebab pada dasarnya manusia mencari kebahagiaan. Manakala lagi di ambang kehampaan dan kegalauan, maka orang akan merindukan masa-masa bahagia dulu. Itulah kangen. Menjadi kenangan.
Share:

Minggu, 12 Mei 2019

Berkah Ramadhan

nusagates.com


Berkah atau barokah adalah bentuk transformasi dari nilai-nilai rahmat Tuhan yang telah dikreatifi oleh manusia. Sehingga nantinya akan menjadi kebaikan, manfaat atau yang dikenal dengan berkah atau barokah untuk lainnya. 


Di dalam salam pun dua nama itu disebut secara berurutan "Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh". Sebelum sampai ke berkah atau barokah, Tuhan memberi nilai-nilai yang lebih default dan principal kepada manusia agar dapat dipelajari dan disalurkan kembali dengan kreatifitasnya masing-masing untuk alam semesta yaitu rahmat. Mudahnya, rahmat dapat diartikan sebagai cinta atau kasih sayang Tuhan. Ini luas. 


Nah, pada bulan ramadhan inilah orang-orang banyak membicarakan soal berkah atau barokah ini. Harapannya dengan hadirnya bulan suci yang selalu dinanti-nanti ini dapat memberikan manfaat dan berkah bagi semuanya sehingga terciptalah suasana badani dan rohani yang saling terhubung dan akan mengamankan atmosfer di alam. 


Ramadhan adalah bulan rohani, maka dalam bulan inilah kita secara rohaniah dapat meningkatkan kualitas diri dengan menciptakan udara segar dan lebih baru lagi dari kemarin-kemarin. Yang nantinya akan keluar melalui kaki tangan kita bekerja untuk memperluas kebaikan-kebaikan di dunia. 


Lalu output selanjutnya dari kebaikan-kebaikan ini akan melahirkan pemahaman baru orang tentang apa itu "Fastabiqul Khoirot". Dan di dalam bulan ramadhan inilah atmosfer itu sangat terasa. 
Share:

Rabu, 24 April 2019

Kesadaran Kurang Maksimal #2

solusisupersukses.com


Keraguan adalah akibat dari kesadaran yang kurang maksimal. Aku baru saja mengalami kejadian yang membuatku tidak pede dan bertanya-tanya tentang keberadaan barang yang aku cari. Flashdisk. Keyakinanku barang itu ada di atas tikar atas tumpukan kertas skripsi, namun aku masih ragu dan mempersoalkan kepada orang-orang terkait yang pernah satu area atau yang bersinggungan sebelumnya. Aku tanyai semua dengan harap cemas, hingga asumsi disembunyikan jin atau makhluk astral pun terlintas di benak.

Apa yang ingin ku sampaikan?

Sederhana  saja. Ceritaku tadi adalah bukti kurangnya kesadaran maksimal yang kita kerahkan untuk mencapai kesadaran tinggi. Itulah yang akan menghilangkan keraguan dan kebimbangan yang kita rasakan. Kesadaran dapat dicapai dengan bertambah baik demi waktu dan akan memperkuat keyakinan yang kita miliki. Inilah yang akan membangun kesadaran tanpa penyesalan ketika kita mengambil keputusan yang berbuah kegagalan. Sebab kita sadar dalam memilih itulah yang menjadikan kita tidak menyesal di kemudian hari. Banyak pertimbangan, perhitungan telah ditempuh untuk sampai pada pemikiran itu, maka sebenarnya penyesalan itu tidak ada kan. Mungkin seperti inilah Khalil Gibran pernah mengatakan “Penyesalan tidak seharusnya ada, karena kita banyak belajar dari diri sendiri” melalui banyak pengalaman dan penderitaan kehidupan tentunya. 
Share:

Selasa, 23 April 2019

Kesadaran Laser dan Cahaya



Rakyatku News 


Aku membayangkan orang yang sholat seperti memancarkan sinar laser ke atas dan ke seluruh penjuru. Dengan pemahaman itu, nanti akan berkembang menjadi cahaya yang melingkupi. Laser adalah cahaya yang memancar satu persatu di tiap titik penjuru alam, dan cahaya adalah laser yang telah mengalami penguapan dan penyebaran dari tiap titik menjadi terhubung dan menjadi satu cahaya agung atau cahaya inti.


Share: