Di sini Ceritanya Wongsello


Sabtu, 09 November 2019

Kritis Itu Tidak Ada


http://blog.cicil.co.id/manfaat-dari-berpikir-kritis/


Kritis bagiku itu tidak ada karena itu hanyalah persoalan pencapaian. Coba kita elaborasi  begini, dalam sebuah konteks besar maupun kecil kita sering melakukan reaksi terhadap tesis yang bertebaran tersebut. 

Namun, biasanya jika ada yang mempertanyakan atau kerennya mengkritisi suatu teks, konteks atau wacana kita lebih sering menganggap itu adalah sikap kritis. 

Agaknya itu terlalu melebihkan saja  karena kritis atau pun tidak hanya terletak pada pemahaman dan pencapaiannya bloko.

Orang mengulas dan mengelaborasi wacana kita sebut kritis dikarenakan tadi, kita belum sampai pada pemahaman orang yang mengkritik tersebut jadinya kita sebut dia cerdas karena dapat mencari titik kritis di mana kebanyakan orang tak tahu letaknya. 

Padahal itu hanya persoalan pemikiran dan pemahaman!. Kalau kita sudah sampai pada pencapaian itu, maka dengan santai kita menganggap itu biasa saja. Sebab sudah tahu, jadi sederhananya kritis merupakan akibat dari pemikiran yang telah dicapai untuk memahami.

Ini juga sama dengan kredo 'buku berat'. Sama saja peristiwanya, tidak ada buku berat atau bacaan berat itu kalau kamu sampai pada cara berpikirnya. Pemahamannya. :)(: 
Share:

Sabtu, 02 November 2019

Ngopi Itu Dorongan Hati, Bukan Indoktrinasi

Wongsello


Kalau tidak salah pemikiran ini lahir di kamar pas ada teman yang ngajak ngopi di warkop dan saya menolaknya. Buat saya ngopi bukan atas dasar ikut-ikutan atau bahkan paksaan dari mereka. Saya tidak segan-segan untuk menolak secara langsung ketika hati dan pikiran tidak stabil, katakanlah lagi tidak pengen.

Ngopi berasal dari perasaan, bukan pikiran untuk semena-mena, itu yang menjadikan stabilitas kata-kata dan gaya kita di media tidak untuk berlaga. Ngopi bukan gaya-gayaan dan mengikuti tren untuk di follow. Ngopi adalah ritual bagi penikmat kehidupan, begitu kiranya. 

Dalam pandangan wongsello sendiri, ngopi tidak begitu dijadikan prioritas utama. Media bisa apa saja, bahkan hingga air putih pun saja untuk menyeruput tidak masalah. Cuma, memang manusia suka mencari yang mudah dan enak untuk dinikmati. Tidak mengingkari nikmatnya kopi, sekali lagi! Tidak anti, yang ingin disampaikan adalah ada media banyak yang bisa digunakan. 

Lalu maksud indoktrinasi di sini jika kita ngopi itu karena memang tidak suka atau entah hanya ikut-ikutan. Jadi dia tidak punya inisiatifnya sendiri dari nikmatnya ngopi. Banyak wacana dan cara pandang untuk menjelaskan soal ini, namun bagi wongsello sendiri ngopi merupakan kebiasaan lama yang wajar dinikmati hingga hari ini. Meski, ngopi sekarang jadi gaya hidup atau life style yang di(mewah)kan, baca : dibisniskan. 

Ngopi itu dorongan hati, bukan indoktrinasi. :)(:
Share:

Jumat, 01 November 2019

Kesadaran Seorang Kawindra "Kesadaran Adalah Matahari"


Shutterstock

Kesadaran adalah matahari 
Kesabaran adalah bumi
Keberanian menjadi cakrawala 
Dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata


Rendra mungkin tidak akan sampai pada cara berpikir semacam ini, jika tidak menghayati alam dengan kesadaran terdalam. Aku punya dua cara pandang untuk menjawab ini:

Pertama, kesadaran adalah matahari merupakan sebuah upaya pencarian dan pencapaian manusia yang menggunakan akalnya beserta intuisi perasaan hingga hasil sebuah kesadaran, menyadari bahwa matahari adalah sebuah kesadaran hidup. Kesadaran untuk memberi dan menyebarkan. 

Kedua, kesadaran matahari merupakan kesadaran Tuhan. Kesadaran untuk menghidupi dan mencahayai alam semesta beserta sekalian makhluk.

Kedua cara pandang itu hampir mirip dan terkesan tiada perbedaan, memang aku lebih menekankan sebagai dua pandangan yang saling menguatkan dan terhubung. Jadi, kesadaran Rendra mengenai alam ini merupakan kesadaran tinggi sebagai manusia.

Mengagumkan untuk saat ini jika manusia bisa sampai pada kesadaran semacam ini, walau sebetulnya itu adalah kewajaran dan keniscayaan manusia. Sebab, matahari adalah simbol Tuhan dan kesadaran matahari adalah kesadaran sebagai cahaya yang menyinari segala.
Share:

Jumat, 25 Oktober 2019

Dalam Ketidakjelasan Terdapat Kejelasan

https://artikula.id/dimassigitcahyo/meme-sebagai-metode-gerakan-baru-mahasiswa-milenial/



Ada sebuah kesadaran baru yang lahir dari wacana kehidupan yang semakin mengarah ke sini itu. Dalam mainstream kebudayaan yang telah berjalan, umumnya manusia menyukai kejelasan atau sesuatu yang jelas dan terarah, simpelnya terkonsep rapih. namun, aku dapat pandangan baru bahwa justru kejelasan itu dimulai dari ketidakjelasan. konsep ini berangkat dari pengalaman yang murni sekali, bahkan sebelum pandangan yang sama disampaikan di 17-san, suatu acara kebahagiaan di Jogja. 

Pikiran kita dikontrol globalisasi yang menjadikan semua bak pasar dan material. Dengan keadaan seperti itu, kita di intervensi dan terus ditekan dunia hingga tidak bisa tidak untuk mengikuti alur mereka. Akibatnya nalar pikiran dan batin kita ikut terkikis menjadi rongsokan yang akan mengikuti arus air bah, lalu akhirnya dibuang di tempat yang terlupakan. Paham yang kian tenar itu sadar entah tidak menjadi duri yang menggantikan roh dan jiwa suci kita. 

Maka, atas semua dasar yang konyol itu kita dituntut untuk melakukan hal yang berorientasi ke kapitalisme. Jadi, soal perhitungan harus jelas dan terarah, dan yang tidak jelas dan menguntungkan mereka akan dibuang dan dicap tidak berguna, dunia membenci dan mengutuknya, itu cara mereka. 

Aku sendiri membawa pijakan yang berbeda, jika kejelasan itu akan mengarah ke suatu hal yang tidak bisa dijelaskan dengan logika dan perasaan, maka sebisa mungkin kubuang. Namun, aku menemukan bahwa yang sejujurnya tidak jelas itulah yang akan berbuah jelas. Agak aneh, tapi masuk akal. 

Kalau kamu menunggu sesuatu yang menurutmu tidak jelas, sejujurnya itulah kejelasan. Jelas menunggu dan jelas untuk bersabar, lalu jelas mempelajari keadaan itu. 

Jika dirimu bertanya soal bab konsep dan sistem, memangnya seberapa parameter yang kamu gunakan untuk menghisab itu semua. Emang, yakin dapat terarah dan lancar? Emang bener tahu kalau hasilnya akan sesuai perkiraan? Apa barometermu untuk yakin atas apa yang kamu sebut kejelasan itu?. Emang kamu yakin tahu yang namanya Qodlo Qodar? 

Kalau dasar perhitunganmu adalah materi dan keuntungan, rasanya itu sia-sia. Bahwa suatu yang tidak jelas itu pun sudah jelas. Dalam ketidakjelasan terdapat kejelasan. Ini rasanya mirip suatu ayat, "Bersamaan dengan kesulitan ada kemudahan". 

Share:

Orang-orang Gila yang Emoh Disebut 'Gila'

Instagram Baim Wong/Facebook Irmha Utami Putrie


Kita sering memakai idiom atau istilah yang sebenarnya kadang tersaling-silang atau bahkan distorsi dan rancu. Sebagian mengartikan orang gila adalah terjadinya gangguan saraf di otak yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam kepala hingga jadi oleng (terganggu jiwanya).

Bagiku orang gila adalah orang yang tidak mendapat tempat untuk mengekspresikan rasa dan nuansa yang dimilikinya. Lalu terciptalah bahasa dan budaya, di sini ekspresi rasa kelihatan mendapat platform, tapi sebetulnya sedikit sekali yang bisa dijelaskan.

Kita lihat penyair, menurutku mereka itu orang-orang yang sarat 'gila'. Mereka tiada punya tempat untuk dapat menyalurkan ekspresi jiwanya yang hanya sekadar menjerit misalnya. Hanya melalui bahasa mereka berusaha menyampaikan sesuatu yang sebenarnya itu tidak cukup terwakili. Dan mereka sadar.

Kemudian seniman/perupa. Mereka punya sedikit gambaran yang mungkin bisa dicerna oleh mata jeli orang-orang.
Sapuan kuas dan tebal tipisnya warna akan menjadi nuansa yang dapat menilai lukisan itu sendiri, apalagi jika dibangun dengan suasana magis. Walau banyak juga semisal lukisan yang tidak berbentuk dan abstrak, justru disitu titik di mana ekspresi seniman terwakili, mungkin.

Mereka tidak punya gambaran pasti mengenai karya yang akan dibuat. Jadi lukisan abstrak adalah satu cara yang dapat dimunculkan ke permukaan dengan memendam ekspresi makna sang pelukis.

Bahkan di zaman yang katanya generasi Z, zaman milenial ini mengatakan mereka yang mengaku waras pun rupanya identik dengan orang gila beneran, dan yang  mereka katakan 'gila' justru malah yang waras pemikirannya, aneh. 

Aku kira mereka seniman dan penyair itu orang-orang 'gila' yang hobinya berbicara dengan semesta dan alam, tapi alam gagal memahami mereka. Alam itu adalah manusia.
Share:

Embun #4

https://m.brilio.net/ngakak/13-meme-macam-macam-teman-ini-bikin-ngakak-mana-yang-kamu-banget-170131s.html


Embun #4

"Dalam Ketidakjelasan Terdapat Kejelasan"

Share:

Embun #3

http://m.voa-islam.com/news/muslimah/2016/01/08/41569/media-massa-dalam-islam-lindungi-ibu-dan-anak/


Embun #3

Sehebat-hebatnya penulis, sekali dia ikut mainstream media, maka dia bukan apa-apa selain hanya sebagai penyalur dan penyuplai hasrat media.
Share:

Selasa, 21 Mei 2019

Ini Soal Kenangan #2

Wongsello 


Orang kangen karena ia pernah tersenyum, tertawa, dan bahagia. Kebersamaan. Tiada yang pernah mengharapkan kesedihan, sebab pada dasarnya manusia mencari kebahagiaan. Manakala lagi di ambang kehampaan dan kegalauan, maka orang akan merindukan masa-masa bahagia dulu. Itulah kangen. Menjadi kenangan.
Share:

Minggu, 12 Mei 2019

Berkah Ramadhan

nusagates.com


Berkah atau barokah adalah bentuk transformasi dari nilai-nilai rahmat Tuhan yang telah dikreatifi oleh manusia. Sehingga nantinya akan menjadi kebaikan, manfaat atau yang dikenal dengan berkah atau barokah untuk lainnya. 


Di dalam salam pun dua nama itu disebut secara berurutan "Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh". Sebelum sampai ke berkah atau barokah, Tuhan memberi nilai-nilai yang lebih default dan principal kepada manusia agar dapat dipelajari dan disalurkan kembali dengan kreatifitasnya masing-masing untuk alam semesta yaitu rahmat. Mudahnya, rahmat dapat diartikan sebagai cinta atau kasih sayang Tuhan. Ini luas. 


Nah, pada bulan ramadhan inilah orang-orang banyak membicarakan soal berkah atau barokah ini. Harapannya dengan hadirnya bulan suci yang selalu dinanti-nanti ini dapat memberikan manfaat dan berkah bagi semuanya sehingga terciptalah suasana badani dan rohani yang saling terhubung dan akan mengamankan atmosfer di alam. 


Ramadhan adalah bulan rohani, maka dalam bulan inilah kita secara rohaniah dapat meningkatkan kualitas diri dengan menciptakan udara segar dan lebih baru lagi dari kemarin-kemarin. Yang nantinya akan keluar melalui kaki tangan kita bekerja untuk memperluas kebaikan-kebaikan di dunia. 


Lalu output selanjutnya dari kebaikan-kebaikan ini akan melahirkan pemahaman baru orang tentang apa itu "Fastabiqul Khoirot". Dan di dalam bulan ramadhan inilah atmosfer itu sangat terasa. 
Share: