Di sini Ceritanya Wongsello


Jumat, 12 Mei 2017

One Piece Chapter 865

Big Mom masih dalam kebingungan yang tidak jelas, entah mau marah kepada siapa. Namun, pastinya saat ini dia dalam keadaan lemah dan mudah untuk diserang. Luffy yang mendapat saran dari Brook bergegas segera mungkin untuk menunjukkan foto mother caramel sekali lagi dalam upayanya untuk menjatuhkan jiwa dan emosi Big Mom.

Di samping itu, Doghtooth dengan cepat menuju lokasi Bege cs guna menyerang mereka pasca-mengetahui kalau Bege melakukan hipokrisi dan penghianatan. Di tengah situasi ini Doghtooth menyuruh Peros untuk segera menumpas Vinsmoke Family yang tengah menderita dan merasakan penyesalan terbesar. Tampak dari air muka Judge sedang mengalami ketakutan dan penyesalan tiada tanding. Sementara anak-anaknya biasa saja seolah tidak memiliki rasa takut akan mati. Terang saja, emosi mereka telah direnggut oleh ayahnya sendiri sehingga dengan konsekwensi anak-anaknya tidak dapat merasakan ketakutan, atau singkat kata mereka bukanlah manusia yang mempunyai hati nurani. Dihadapan mati yang segera digelar dan pistol sudah menodong membuat mereka tetap bergeming selain sang pemimpin Vinsmoke Judge ketakutan.

Entah kapan Sanji lepas dari Pudding, dengan tergesa ia lari menuju keluarganya yang terperangkap seraya berteriak "Lari Reiju!!! ". Nampaknya Sanji masih memperhitungkan Reiju sebagai kakak yang mempunyai nurani walau saudara lainnya seperti robot tanpa perangkat heart. Terlepas apakah memang Sanji ingin menyelamatkan semua keluarganya atau tak. Dalam batin Reiju menyesali akan semua kebaikan yang pernah dilakukan adik ke tiganya itu. "Aku meremehkan kebaikanmu,, meskipun untuk orang-orang seperti kami, kau tidak meninggalkan kami dan lari,,
aku membenci nama Vinsmoke,, dan aku sudah hidup dengan rasa malu selama ini..!!
tapi melihatmu yang sudah tumbuh sebesar ini..
aku telah diselamatkan..!!
karena "Nanti Nurani" masih ada di dalam darah keluarga kita.
Terima kasih, Sanji.
Reiju mengatakan itu dalam batinnya seakan telah mengetahui kalau diri dan keluarganya akan mati di tempat yang tak pernah terpikirkan sekaligus sebagai ucapan perpisahan terima kasihnya kepada Sanji. Dan memang begitulah keadaannya. Selain juga baru memahami bahwa masih ada "Hati Nurani" di dalam keluarganya. Seolah-olah ia juga ingin mengatakan kepada ibunya bahwa "Nurani" itu ternyata masih ada di sini dan Sanji benar-benar malaikat mu paling baik di antara kami bu. Reiju tahu bagaimana cara matinya dan dia tersenyum untuk itu.

Bege mulai membabi-buta dengan menumpahkan semua amunisi pistolnya kepada Doghtooth yang datang menyerang, tetapi ia mempunyai kemampuan buah iblis mochi-mochi no mi tipe logia sehingga serangan apa pun tidak berlaku untuknya. Dengan segenap kekuatannya ia menyerang Luffy, beruntung ada Pedro dan Jinbei di sana melindunginya, tapi aman ini tidak berlangsung lama oleh Doghtooth yang memukul Luffy beserta kekuatan mochinya. Luffy jatuh dan lengket, tetapi tangan panjangnya yang bebas masih bisa mengantarkan foto itu kepada Big Mom dan hasilnya bisa ditebak, ia histeris. Seorang Yonkou Big Mom kelihatan seperti orang kesetanan dan berteriak sangat keras hingga membikin seluruh orang kesakitan telinganya. Teriakan itu menyebabkan haushoku no hakinya keluar sampai menambah daya hancurnya menjadi lebih besar. Melihat ini jadi teringat apa yang pernah dilakukan juga oleh Yonkou Kaido, sama seperti Big Mom yang berteriak. Daya rusaknya sama-sama besar, tetapi perbedaannya kalau Kaido menghancurkan tempat dan Big Mom menyakitkan telinga hingga orang bisa roboh namun, jika lebih mengamatinya, haushoku hakinya Kaido lebih dari Big Mom. Untungnya kelompok Topi Jerami sudah mempersiapkan semuanya untuk antisipasi segala kejadian jadinya mereka santai saja. Selain juga memang telah di skenario seperti itu.

Keadaan ini menguntungkan dua pihak. Pihak aliansi Bege sama Luffy artinya mereka dengan mudah dapat menyerang Big Mom yang sedang melemah dan pihak Vinsmoke Family yang terbebas dari intervensi keluarga Charlotte ditambah Sanji datang melepaskan daya pembelenggu mereka dan berdiri di atas (meja) mereka. Pada momen ini, menurut analisis kami Sanji ingin menunjukkan kepada ayah beserta keluarganya bahwa dia seorang pemuda yang dapat diandalkan dan lagi pemuda yang menjunjung tinggi suatu kebaikan. Anak kecil yang dulunya dikucilkan dan dipenjara, dinistakan, dihinakan, dan bahkan tak dianggap anak oleh seorang ayah kini malah datang menyelamatkan mereka semua. Dari mana ada kekuatan seperti ini selain memang suatu kelebihan seorang manusia yang dianggap mempunyai hati nurani. Bukankah ini adalah pelecehan bagi mereka yang sok-sok an, sok hebat. Barangkali setelah peristiwa ini, mereka akan terketuk hatinya dan mengakui Sanji sebagai ksatria dan pahlawan yang berjasa besar bagi Vinsmoke Family.

Dengan begini, akan memperburuk situasi bagi keluarga Charlotte sendiri. Setelah semua ini, dapat dipastikan Vinsmoke Family akan membantu aliansi Bege dan Luffy dalam penghancuran big Mom dan sekaligus menambah daya bagi aliansi Bege dan Luffy. Terbukti Vinsmoke Ichiji menerima satu kotak hitam bertuliskan nomor satu, mungkin inilah suku cadang dari kekuatan Germa 66. Maka, pertempuran ini akan makin indah tentunya dan Charlotte Big Mom akan terpojok.

Sementara Big Mom masih dalam keadaan labil, kekuatan dan seluruh anak buahnya terlihat chaos. Foto mother caramel yang tiba-tiba ada dan belum pernah terjelaskan keberadaannya kini memasuki babak sejarah dan masa lalu pun berulang kembali.

Inilah kelebihan dari mangaka Eichiro Oda, ia menyematkan sesuatu hal yang sepele, tetapi di balik itu ada suatu yang menyimpan makna besar. Sehingga tak jarang Oda Sensei membikin sejarah atau masa lalu dari momen setiap ARC guna menjelaskan maksud dari semuanya agar pembaca menemukan relevansi ceritanya. Tentu saja juga sebagai serangkaian rantai yang membuat cerita One Piece ini semakin panjang dan merupakan konsep strategi lagi taktik pengarang, mungkin.

Akan tetapi, ada satu hal yang membikin kami heran. ARC tahun ini adalah wilayah Totland Wole cake Island yang mana adalah markas dan pusat dari segala informasi seorang Yonkou Big Mom. Namun, secepat inikah sekaliber Yonkou dapat dihajar oleh sekelompok anak dari generasi terburuk?. Jika bercermin dengan ARC Dresrosa ini masih jauh. ARC Totland sejauh 40 Chapter dari 827-865 selama ini dan Dressrosa dari chapter 701-800 artinya telah mencapai 100 chapter. Padahal musuh saat itu baru seorang Shichibukai, masak iya sekarang konfrontasi dengan seorang Yonkou hanya 40 chapter hampir memasuki babak klimaks?. Entahlah, Eichiro Oda memang sering dan suka menjebak lagi mengaduk emosi pembaca. Pasti ada banyak sesuatu yang disembunyikan dari serangkaian momen dan ARC. Well, kita tunggu saja kelanjutan cerita ini. Inilah kisah petualangan di lautan One Piece.

Ini hanya prediksi dan analisis seseorang, boleh jadi salah dan benar, maka kebenaran cerita seluruhnya hanya ada di pengarangnya. Baik, untuk chapter 865 kami cukupkan di sini.

Next up to chapter 866,
Oke, See you tomorrow gais,,

Share:

Kamis, 11 Mei 2017

One Piece Chapter 864

Upacara pembantaian telah dimulai. Dan kekacauan atau chaos sudah tidak dapat dihindari. Persis seperti apa yang diperkirakan kemarin di chapter 863 ternyata memang benar kalau yang memecahkan foto mother caramel adalah Brook Soul King si Raja Jiwa. Kami menganalisa dari cara tertawanya dan ini sangat cocok.

Sisa murka Big Mom terhadap Jinbei masih menggelora, terlihat dari caranya mengekspresikan emosi dengan sangat membara untuk melenyapkan orang. Dibarengi dengan hancurnya foto mother caramel menambah jiwa dan emosi seorang Yonkou Big Mom porak poranda. Sembari menunggu teriakan dari Big Mom seperti yang telah diperkirakan lalu si Soul King kini sedang konfrontasi dengan Mama Charlotte dalam ketegangan.

Di samping itu, secara tiba-tiba Pudding menembakkan peluru kepada Sanji. Itupun dapat dihindarinya dengan mudah dikarenakan Sanji mempunyai kemampuan kenbunshoku haki. Pudding membuka topengnya kemudian dikatakannya semua adalah tipu dayanya. Bahkan dia menipu dirinya sendiri seperti apa yang dikatakan Sanji dan Ini adalah hipokrisi tragis bagi dirinya. Pudding mungkin bisa mengelak dan tetap nyiyir, Tetapi air mata yang ada padanya tidak dapat membohongi bahwa dia pun terkejut dan tidak mengira kalau ada yang memuji mata ketiganya yang dianggap kayak monster (penjelasan chapter 863). Dia bingung kenapa dirinya bisa kikuk seperti ini menghadapi Sanji. Barangkali dia menemukan seorang yang benar-benar murni dan tulus menerima keberadaan beserta kondisinya, tidak seperti keluarga yang menghinanya.

Kemudian anak ketiga Big Mom Charlotte Daifuku Menteri Kacang secara direct menghantam Pudding yang dianggapnya gagal dalam tugas, dan selesailah, tetapi Sanji masih ada untuk Pudding sehingga dia aman.

Di tengah kemelut chaos ini, Bege melakukan spekulasi dengan pura-pura menahan Luffy agar dikira tidak mencurigakan, posisi saat ini Bege adalah kepala keamanan. Dia memanfaatkan situasi dengan baik, hasilnya pun aman-aman saja.

Sementara Jinbei membutuhkan bantuan untuk menangani lawan-lawannya yang kemudian telah hadir Pedro untuk membantu. Itupun dihentikan anak laki-laki keempat Charlotte Oven pemakan buah Netsu-netsu no mi. Kemampuan panas tinggi inilah yang menghentikan Pedro dengan pedangnya. Nampaknya dia akan jadi sandungan berat.

Di antara kalutnya pertempuran, Vinsmoke Judge telah menyadari diri dan keluarganya hanya dimanfaatkan oleh Big Mom. Dia merengek dan menangis untuk minta penjelasan dari Big Mom maksud semua ini. "Seharusnya kita saling menghormati, aku sudah mempercayakan semuanya padamu, katakan sesuatu Big Mom!!" serunya. Ini adalah sebuah tindakan tidak layak yang dilakukan oleh seorang pemimpin.
Di tengah rengekan Judge, Charlotte Peros menanggapi keluhannya dan dengan puitis dia berkata "Apa kau akan menghiraukan tangisan sapi sebelum dagingnya muncul di atas piringmu kukuku" tandasnya. Dengan mudahnya mereka ditipu. Vinsmoke sudah berakhir, begitulah keadaan saat ini. Lalu Big Mom masih dalam guncangan jiwa sehingga keadaannya masih kebingungan dan plolak-plolok.

Dan dalam keadaannya yang sedemikian parah, aliansi kelompok Mugiwara dan kelompok Bege memanfaatkan situasi ini dengan maksimal. Air muka Doghtooth sudah mulai terlihat pucat, dengan semangat Bege mengatakan kalau dia telah melihat masa depan yang sangat buruk. Dengan segera Bege mengeluarkan kartu Invisible Sinfonia yang merupakan aliansinya. Doghtooth menyuruh Bege untuk menembak Topi Jerami, tapi dia tidak mau.

Dan di pusat segala kekacauan ini, Bege tersenyum dengan ekspresi puas disertai tatapan mata yang licik. Sepertinya dia rindu pembantaian yang telah lama tidak dilihatnya, bahkan dilakukannya. Bersambung,,

Next up,,

Share:

One Piece Chapter 863

*One Piece Chapter 863*
*Edisi Revisi
#Catatan wak sambat

Jumat, 21 April 2017

Siapa yang menyangka ada yang berani mengusik bahkan mengacaukan acara/pesta _ngunduh mantu_ seorang *_Yonkou_* *Big Mom*. Ini adalah aksi besar dari kesekian kegilaan *Monkey D Luffy*, bayangkan upacara teh dan pesta, lalu kue pernikahan yang telah di rencanakan dan dibuat sebegitu penting dan sempurna untuk pernikahan politik akan hancur hanya karena segerombolan anak dari generasi terburuk dengan sedikit bantuan mantan _Shichibukai_ dan anak buah Big Mom yang di sandera. Ini adalah penghinaan sekali Untuk sekaliber _Yonkou_ yang dikatakan satu dari empat kaisar bajak laut.

Nampaknya beberapa anak tikus yang menyusup tidak disangka malah berubah jadi macan yang siap menerkam siapa pun dan kapan saja.  Kue pernikahan yang dinantikan oleh Big Mom pun kini hancur dan membuatnya murka angkara, disebabkan  munculnya luffy dan klon-klon dari hewan-hewan yang diserupakan dengan luffy oleh *Brulee*  (sandera dari anak buah Big Mom).

Dalam situasi ini, kelompok Luffy dan Bege terlihat lebih untung dikarenakan mereka mengetahui seluk-beluk serta rahasia-rahasia dari Big Mom ditambah punya rencana yang cukup tajam seakan mendapat kartu As untuk selalu menekan keluarga *Charlotte*. Tidak semudah itu. *Katakuri* yang salah satu komandan inti Big Mom juga akan sangat merepotkan nantinya, dengan dilengkapi kemampuan _Kenbunshoku Haki_ yang dapat membaca masa depan seolah menjadi ancaman serius bagi Luffy dan sekutunya.

Benar saja, ketika *Luffy* hampir menyerang *Big Mom* ia dihentikan *Katakuri* yang belakangan tahu kalau Luffy mengincar foto _Mother Caramel_. Namun, juga diselamatkan oleh *Jinbei* yang mengetahui cara menetralisir kemampuan buah iblis *Katakuri* _dogthooth_ tipe logia.

Dengan secara terang-terangan *Jinbei* membantu kelompok Topi Jerami dan mendeklarasikan secara verbal dan frontal bahwa ia ingin masuk ke dalam kelompok *Mugiwara* menambah *Big Mom* semakin muak hingga akhirnya *Jinbei* dibolehkan keluar dari organisasi dengan syarat harus membayar!? (..,). *Jinbei* pun secara suka rela menawarkan kepada *Big Mom* untuk dibiarkan mengambil jatah hidupnya berapa pun yang diinginkannya, akan tetapi keberanian dan tiada rasa takut *Jinbei* terhadap *Big Mom* membuatnya tidak kehilangan daya hidupnya seperti orang-orang sebelumnya yang nyawanya diambil *Big Mom* dikarenakan adanya ketakutan dari diri korban.

"Mana mungkin aku takut kepada Big Mom hanya karena dia seorang  _Yonkou_, sedangkan nantinya aku akan menjadi awak dari kapal Raja Bajak Laut masa depan!" seru *Jinbei*.

Dengan demikian, inilah pemicu atau cikal  terjadinya perang besar yang akan terjadi (mungkin).

Perlakuan *Jinbei* ini bagi *Big Mom* sendiri merupakan pemberontakan dan penghianatan secara langsung dan otomatis *Jinbei* mendeklarasikan sebagai musuh baru *Big Mom* yang sebelumnya adalah sekutunya.  Pun dalam charter 863 ini *_Vinsmoke Family_* belum diperlihatkan. Jadi kejelasan berikutnya masih samar, apakah benar akan terjadi perang atau tidak. Jika benar perang, ini akan sangat seru sekali tentunya.  Konfrontasi antara *Keluarga Charlotte Big Mom, Kelompok Mugiwara* serta *Kelompok Gang Bege*, ketegangan akan meningkat ke titik kulminasi bisa jadi. Kemungkinan besar Kelompok Topi Jerami juga akan mendapat bantuan dari *_Vinsmoke Family_* yang akhirnya tahu kebusukan dari seorang *Yonkou Big Mom* dan ini sangat menguntungkan pastinya bagi kelompok Mugiwara.

Terlepas dari itu, foto _Mother Caramel_ tiba-tiba dihancurkan oleh Luffy kw yang entah dari mana datangnya. Menurut hipotesis sementara, dari cara tertawanya tidak diragukan lagi dialah *Brook* seorang anggota Topi Jerami atau sekarang dunia mengenalnya *_Soul King_* si Raja Jiwa. Tapi entahlah, ini dunia bajak laut One Piece di mana spekulasi, hipotesis dan macam-macam analisis orang-orang sering meleset. Apapun bisa terjadi rentang perjalanan ini. Inilah kisah petualangan di lautan *One Piece*. Untuk Chapter ini lebih banyak menceritakan ulang / _Retell_ atau sinopsisnya saja. Besok coba kita analisis lagi hehe. Hanya orang selo banget yang mau nulis kayak gini a hihihi. 

Share:

Rabu, 10 Mei 2017

Hujan Dalam Damai


                    farsdilidersi.wordpress.com


Hujan ini buatku membisu
Tetes air langit yang jatuh
Menyilaukan terkena lampu
Bunyinya menderu seru

Saat kutatap kilauannya
Terlihat sosok di sana
Ternyata itu aku ya
Yang tengah mengapa

Analisis macam apa ini
Gemingku tak menjawab
Tapi emosiku merasa
Entahlah ini sulit diperjelas

Hujan ini mendekapku dalam kebekuan
Bersama temannya sekalian
Hingga siapapun tak tahu nian
Kalau aku sangat kesepian

Tertawalah dalam kesendirian
Bahagialah bersama lara yang merajam
Nikmatilah hampa yang mengutuk ini
Tuhan, aku butuh Engkau

Kadang aku merasa sangat sepi
Godaan macam apa ini
Sungguh sedih rasanya ini hati
Tuhan, beri aku kedamaian

Damaikanlah hatiku
Saat semua menghilang
Sungguh terkadang aku merasa sangat kesepian
Tuhan, peluklah aku

Sambatku hanya untuk-Mu
Keluhku cuma bagi-Mu
Karena Engkaulah pemilik sejatiku
Mana mungkin aku sambat kepada selain-Mu

Kalau nanti Engkau cemburu bagaimana
Karena itu bukalah sir-Mu untukku
Agar aku tahu dan merasa dekat dengan-Mu
Selalu

Aku tak kuat tanpa-Mu
Bersama-Mu aku kuat
Apa Engkau juga seperti ini
Aku hamba-Mu mengadu

Saat ku sepi apakah Engkau juga sama
Ketika ku sendiri benarkah Engkau pun begitu
Tatkala aku menyepi adakah Engkau di sisi ku
Tuhan, Kapan kesepian ini menepi

Jika benar demikian
Berarti Kita telah manunggal dalam diri sejati
Mungkin melalui hujan inilah cara-Mu menghadirkan eksistensi-Mu kepada ku
Agar aku lebih merasa dekat dan memahami-Mu
Terima Kasih Banyak Tuhan
Engkau pun kadang menggoda juga ya 
Salam dari hamba kecil yang selalu sambat kepada-Mu
Share:

Minggu, 26 Maret 2017

Lika-liku Malam Minggu Wa Ma Yataallaqu Biha

                Ilustrasi by: www.roromotan.com

Sabtu malam kian mencekam. Mungkin kita sudah terlalu akrab dengan istilah malam minggu begitu kiranya, dan tidak perlu dirisaukan bergantung bagaimana orang mengasumsikan, oke. Semakin ke sini dirasakan malam minggu sangat menyusahkan orang. Tahu kenapa? Ketika seorang sudah mempersiapkan jadual sedemikian rupanya, kadang mereka merasa ini adalah malamnya, ini waktuku, waktu kami, dan jadual harus terlaksana. Dengan asumsi seperti itu, seakan lupa bahwa bukan hanya mereka yang mempunyai jadual, dan bahkan mungkin banyak juga yang berpikiran semacam ini. Kalau sudah begitu, dia merasa hak kepemilikan untuk malamnya adalah mutlak. Tiada yang boleh mengganggu, tidak boleh ada sesuatu pun yang menghalangi, bahkan hujan merupakan ancaman bagi mereka . 

Lalu ketika orang-orang sibuk tadi menghambur ke jalanan, mereka lah ancaman sesungguhnya. Tatkala pikiran sudah terpusat di suatu tempat, manakala teman-teman telah duduk menunggu, dan jam pun sudah menunjukkan waktunya, saat itulah mereka nge-gass tanpa memperhatikan keadaan sekitar sehingga kengawuran, kebodohan, keteledoran merasuki akal sehatnya. Malam minggu adalah akumulasi dari sedemikian besar rencana orang-orang yang berniat euforia. Sabtu kemarin, tepatnya tanggal 25 Maret 2017 adalah buktinya, di mana saya bersama beberapa rekan ketika ingin menghadiri bincang sastra di Taman Budaya Yogyakarta. Sewaktu perjalanan telah ditemui tidak hanya satu dua kengawuran orang-orang yang bermalam mingguan itu. Jalanan serasa miliknya, mengendarai kendaraan tanpa lihat kanan kiri dan langsung cas cus saja, saling serobot cepet cepetan, saling terburu-buru dan self adalah prioritas bagi mereka (ego). Yang mereka tahu dan mereka ingini  cuma nge-Gass nge-Gass dan nge-Gass. Bagaimana akan tahu nikmatnya nge-Rem kalau hidup hanya dibuat nge-Gass tog!!?. 

Dengan demikian bukankah akan menciptakan ketidak stabilan lalu lintas sehingga tingkat kecelakaan akibat ngawur, lalai dan semacamnya akan tinggi, pastinya. Stabilitas sudah diabaikan, yang ada hanya "Aku, dan Kami", *Kita* sudah bukan prioritas lagi, manakala ke-Aku-an sudah di list paling atas mana ada tempat untuk dia dan kalian itulah mengapa tadi di muka kalimat saya menyebutnya Sabtu malam kian mencekam. Orang-orang tidak lagi mementingkan kebersamaan, akibatnya orang lain lah yang dirugikan. Oke sampai di sini dulu, selamat menjalani aktivitas selanjutnya kawan, hehe,,. 
Share:

Rabu, 18 Januari 2017

Guyon Kualitas Karya


                                   
tapak.dunia

Alhamdulillah hanya dari sekadar guyonan kami bisa mengubahnya menjadi sebuah kreativitas dan menelurkan karya. 
Komik strip ini saya buat sebagai manifestasi atas kegelian bahkan kegelisahan kami, mengenai modernitas kekinian yang menggeser budaya populer dahulu. 

Terambil dari fakta-fakta konkret. Lusa teman saya mendengar obrolan anak-anak kecil , oke katakan saja anak Sd yang sore hari itu Tpa, tengah membicarakan soal game online di gadget. Sebuah fenomena yang sudah biasa dalam konstelasi modern. Anak-anak kecil bicara soal game! Okelah mungkin masih umum, tetapi dengan serba tahunya mereka mengenai game seolah-olah mengabarkan bahwa orang tuanya memberi akses yang luas bagi anaknya. "Eh,, game kamu kok bagus, Share It dong share it!!,,. 

Adalah suatu keadaan yang sangat jauh dibanding anak-anak era 90-an, paling jauh sampai 2006 lah menurut saya karena kala itu saya kelas 6 dan belum terkontaminasi modernisasi layaknya sekarang. Dahulu anak-anak kita kaya akan beragam permainan. Permainan tradisional. Tidak melulu soal bermain dan permainan, mereka diberitahu oleh konstelasi zaman dan diajarkan makna sejati yang dinamakan kearifan budaya. Permainan yang tercipta zaman dulu merupakan manifestasi/perwujudan dari alam itu sendiri. 

Mereka diajari bahwa alam dapat di daya gunakan sedemikian rupa sehingga tumbuhlah kreativitas yang muncul dari diri anak yang kini sebagian tinggal cerita dan artefak. Mereka masih murni, asri, belum terkontaminasi budaya popular abad ini. Apalagi handpone, gadget, game online dan wama yataallaqu biha. Seperti itu dahulu. Alhamdulillah saya masih bisa merasakan itu semua, untuk itulah saya bercerita di sini. Semakin ke sini, saya merasa kehilangan budaya itu atau barangkali malah kehilangan peradabannya. Pasca-modernisasi, keseruan-keseruan tersebut kini mengalami dekadensi bahkan terdegradasi. 

Tiada upaya untuk mempertahankan kebudayaan kita yang Adi luhung itu. Cerita tinggal cerita. Segalanya berasa modern, memang yang instan terasa mudah sederhana dan cepat, tetapi kita telah menghilanglan hal yang berharga bahwa dengan proses kita akan mengerti siklus kehidupan yang berotasi ini. Anak" kini pun terkena dampak globalisasi itu.
Share:

Kamis, 29 Desember 2016

Teman dan Bisnis itu Beda

                         Instagram-swetakartika

Tulisan ini saya buat sebagai bentuk penghargaan serta apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras dan perjuangan seorang teman, bahkan orang-orang di luar kita yang ikhlas berkorban merelakan waktu, biaya, dan tenaganya demi menciptakan karya, entah itu atas dasar keinginan sendiri lebih-lebih permintaan dari temannya.

Sejauh yang kurasakan, belum saya temukan suatu pun yang lebih berharga dari seorang teman. Mereka adalah satu alasan mengapa sekarang kita bisa sampai di sini. Sebagai permulaan, akan lebih baik saya bertanya dahulu "sejauh mana kita bisa memahami atau menghargai seorang teman?". Baik, kita fokuskan pada tema ini.

Kedekatan kita dengan mereka kadang menebas segala jarak ruang waktu. Melampaui batas antara suka dan tak suka. Itulah perjuangan. Saat kita butuh, dengan sigap mereka akan mengulurkan tangan semampunya. Walaupun kadang ada acara yang mungkin sudah teratur sedemikian rapi jadwalnya, tapi mereka mengalahkan diri dan memilih untuk memenangkan temannya.

Ketika deadline majalah, komik dan sebagainya telah menanti dari pengarang. At the same, pada saat yang sama kebetulan sekali bebarengan dengan kunjungan teman yang sebelumnya tanpa sepengetahuan dan konfirmasi terlebih dahulu dan otomatis itu akan membunuh skedulnya. Atau bahkan, ada yang tanpa berdosa meminta pacarnya untuk menemani waktu galaunya atau apalah. Dia tidak tahu dan barangkali saja tidak mau tahu bahwa ada tanggung jawab yang harus diselesaikan. 

Saat  butuh pulsa, tanpa pikir panjang kita memintanya dengan tidak memperhatikan waktu yang menunjukkan jam tidur, walaupun begitu mereka masih saja melayani kita tiada protes banyak. Bahkan, ketika memang kita sangat butuh pulsa yang kebetulan mereka sedang tidak ada saldo, dengan suka rela teman-teman kita itu meluncur  membeli deposito untuk membantu serta menyenangkan hati temannya. Pembayarannya pun tak jarang kita nunggak atau sederhananya hutang begitu. Mereka sudah memberi waktu cukup untuk membayar hutang, katakanlah satu minggu, bagiku itu sudah cukup lah untuk melunasinya. Namun, masih saja kita tetap nunggak. Keterlaluan!!. Waktu teman kita sedang menjalani suatu bisnis atau semacamnya, dengan menjual buku, tas, jual pulsa dan sebagainya. Dengan entengnya kita minta harga rendah. Ya, kita pasti menawar, kalau sewajarnya nawar sih tidak masalah, kadang ada ungkapan mainstream yang sudah sangat umum bagi kita semua. Apa coba, tentu saja kalimatnya seperti ini "Ayolah sama temen saja kok mahal-mahal, rego konco lah, [harga teman lah]. Bagaimana, luar biasa kan parahnya. 

Tatkala mereka sedang tidak punya cukup uang berlebih, atau katakanlah uangnya lagi pas-pasan. Dengan polosnya kita merebutnya secara halus. Ya, melalui hutang pastinya, memang ini tidak termaksud merebut dalam arti sebenarnya. Akan tetapi, sikap seperti inilah penyebab mereka mengharuskan diri untuk mengalah, padahal itu uang akan dipakai buat membeli sesuatu bisa jadi, bahkan sudah di kalkulator sebagai penyambung nyawa dalam sisa waktu bulanannya. Namun, apa yang terjadi?  Mereka mengikhlaskan semuanya. Demi kebaikan temannya, kesenangan temannya, atas dasar itu mereka merelakan dirinya untuk teman lainnya. Tidakkah kita berpikir semua yang dilakukannya itu, seperti apa rasanya, bagaimana perasaannya? 

Dari ke semua itu, agaknya kita sudah tidak bisa membedakan apa yang namanya teman dan apa itu bisnis. Kalau sudah begini, jadinya seorang teman tak lebih kita anggap sebagai pelayan saja, kayak pembantu tanpa penghargaan dan apresiasi yang berlebih. Padahal apa yang mereka berikan adalah sesuatu yang berharga namun, sangat jarang dari kita untuk mengerti itu dan memberi balasan apresiasi dan penghargaan yang lebih untuk mereka semua, teman-teman kita.

Ada cerita menarik akan saya sampaikan kepada kita semua, perhatikan!. This is a factual story about the sacrifice of a friend to another friend. Listen!.

Saya punya seorang teman, kira-kira masih 20 tahun lah, mahasiswa di suatu Universitas ternama di Jogja. Sengaja tidak saya sebutkan namanya, demi kebaikan semua dan memang lebih baik demikian, dan saya yakin dia juga berpikiran sama denganku. Tapi yang akan saya ceritakan adalah benar dan faktual. Dia sangat suka dengan dunia gambar, anime, manga, perkomikan dan lainnya. Sekali waktu temanku ini curhat, begini : "dikatakan dia sedang ditawari proyek dari seorang temannya yang kebetulan dapat tugas kampus yakni membuat komik, karena diketahui temanku ini  adalah komikus, maka temannya tadi meminta bantuan kepada temanku untuk dibuatkan Sketsa/komik begitu. Temanku diberi waktu hanya tiga hari untuk membuat komik sepanjang dua puluh (20) halaman. Bayangkan cuma "Tiga Hari!!??". Padahal komikus sekaliber Dhean De Nauli saja butuh waktu empat Bulan untuk menyelesaikan komik sepanjang 60-70 halaman, aje gile, itu gila dewa, yakin stres!!. Sebetulnya temanku keberatan atas syarat tiga hari itu namun, karena ini datangnya dari teman maka ia amini permintaannya.

Transaksi berjalan lancar ah bukan, lebih tepatnya korporasi disepakati bersama, clear. Temanku sangat koperatif, dia melakukan pekerjaan dengan baik layaknya seorang profesional. Rupiah demi rupiah telah di alokasikan untuk melancarkan proyeknya. Meski harus pontang-panting siang malam, kurang tidur, kurang makan, bahkan ngedrop segala badannya sampai dia minta bantuan kepadaku untuk mengisi panel bagian belakang. Semua itu dilakukan demi temannya, batas waktu penyerahan komik telah tiba dan pekerjaan belum terselesaikan, temanku memohon maaf sehingga membuat temanku minta waktu tambahan hingga ganjil satu minggu lagi untuk menyelesaikannya. Dan saya rasa, membikin komik dua puluh halaman dengan waktu tiga hari itu memang absurd sekali. Jika boleh ngomong, teman yang minta dibikinin komik itu mohon maaf, 'dia tidak bisa mengerti dan memahami bagaimana susahnya menggambar bentuk, pola yang dikombinasikan dengan plot sehingga membentuk sebuah cerita bergambar [komik]' dua puluh halaman hanya seminggu', dan itu kejam sekali. Saya maklum memang, mungkin dia tidak mengerti perjuangan seorang seniman.

Akhirnya, pekerjaan yang melelahkan itu selesai dengan baik. Tibalah saat untuk menyerahkan kepada temannya tadi. Perjanjian sudah disepakati, maka bertemu lah mereka di suatu kedai kopi. Yang sebelumnya temanku ini menunggu lama sekali. Waktu menuju ke tempat, eh, tahu-tahu dia bersama pacarnya. Menjengkelkan sekali bukan. Barangkali begitu perasaan temanku ini, sudah lama-lama menunggu ternyata dia malah santai-santai saja sama pacarnya. Sampai sini saya sudah mulai sedih dan kasihan kepada temanku. Namun, tidak disangka-sangka ada yang lebih menyedihkan lagi dari itu.

Sudah sewajarnya lah kalau bekerja dapat gaji, tidak-tidak saya ralat. Bagi saya itu kuanggap sebagai sebuah penghargaan bagi yang telah menghargai teman. Saat membuka amplop yang dikasih temannya tadi, temanku lemas tak bertulang. Kalian tahu kira-kira berapa intensif yang diberikan? Menurut saya itu hanya cukup untuk membeli dua barang tiga saja sebuah bolpoin gambar Snowman Pen. Bisa kalian bayangkan seperti itukah kita menghargai dari sebuah pertemanan.

Waktu itu saya sangat sedih sekali kepada temanku, tetapi tidak saya ekspresikan emosiku itu, dan lebih memilih diam saja. aku ingin marah tapi kepada siapa. Bagiku itu sungguh sepele banget. Apa dia tidak berpikir atau empati bagaimana perjuangan dalam membuat semua permintaannya. Ya, saya masih maklum kalau komikus memang terbiasa kerja keras, jarang tidur, tidak makan, tapi ketika sampai ngedrop segala, untuk menyelesaikan pekerjaan, itu harusnya sangat diperhitungkan dong oleh kliennya. Temanku tidak cerita memang kepada temannya, dan barangkali juga dia tidak butuh mereka tahu itu. Awalnya, temanku berpikir semoga ini cukup untuk makan barang tiga hari lah 'berharap' [amplop]. Namun, seperti yang tadi saya ceritakan. Bahkan, untuk membeli keperluan pekerjaannya [alat-alat gambar dll] itu belum cukup untuk menutupi kerugiannya. Bisa dibilang temannya malah membayar gratis, seolah-olah tidak membayar. Itu sangat menyedihkan sekali.

Mereka mungkin memang tidak menuntut apa-apa kepada kita, tapi yakinlah dengan memberikan lebih kepadanya itu akan membuatnya merasa dihargai karena kita telah melakukan penghargaan tinggi sebagai apresiasi untuk perjuangan seorang teman. Itulah harga teman yang sesungguhnya. Saat kita bersedia membayar mahal atas kerja keras dan perjuangan seorang teman sebagai wujud penghargaan dari sebuah pertemanan.

Jadi, berapakah harga yang sudah kita bayar atas kerja keras dan perjuangan dari sebuah pertemanan?.
Share:

Minggu, 25 Desember 2016

Ucapan Selamat Natal dan Kado Untuk Kerukunan Beragama Kita


                                
                  Smakiinberdetak.com


Saya masih tidak mengerti kenapa di era modernitas dan digital dewasa ini selalu saja ada persoalan yang sama diungkit-ungkit kembali. Saya menggunakan kata 'persoalan' dan bukan 'permasalahan' karena bagiku ini memang hanya soal dan bukan masalah. Masalah hanya terjadi pada mereka yang mempermasalahkan. Seakan menjadi snow ball yang akan terus menggelinding sporadis. Persoalan ini sungguh nyiyir bagi kita. Ya, mengenai ucapan selamat natal kepada umat kristiani yang dirasa begitu menggoda dan mengusik kaum muslimin. Apakah dengan memberi ucapan selamat natal kepada non-muslim akan mengalihfungsikan kepercayaan serta keimanan kita muslim, apa itu salah, apakah itu dianggap kafir!?.  Ayo coba kita agak kreatif sedikit lah dalam menyikapi persoalan seperti ini. 

Saya akan berangkat dengan meminjam dua sudut pandang dari dua budayawan besar tanah air kita. Semoga ini tidak keliru dan sesuai dengan konsep berpikir mereka. Dan semoga juga  ini menambah pemahaman yang berbeda kepada kita. 

KH. Ahmad Musthofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus begitu. Benar, pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah ini menarik perhatian saya dengan cara pandangnya menyikapi persoalan ucapan selamat natal yang sudah terlalu mainstream belakangan ini, dan sebenarnya ini sudah lama disampaikan. Gus Mus menilai, di era reformasi seperti ini membahas halal-haram terkait ucapan selamat natal kepada umat kristiani itu kebiasaan yang dianggapnya aneh. "Di era Reformasi', ada hal aneh: Dengan membahas halal-haramnya menyampaikan ucapan selamat natal dalam merayakan natal" ujar Gus Mus di dinding facebooknya 'Ahmad Musthafa Bisri' (25/12). 

Menjaga Keharmonisan 

Di berbagai kesempatan ceramahnya, Gus Mus selalu menekankan pada umat bahwa kita adalah bangsa Indonesia yang beragama islam, bukan orang islam yang kebetulan ada di Indonesia. 

Dengan pemahaman tersebut, Gus Mus ingin menggugah kesadaran umat akan keindonesiaan kita. Bahwa keindonesiaan kita dengan memahami bahwa Indonesia adalah sebuah bangsa yang sejak dalu kala telah disatukan oleh keberagaman, bukan keseragaman. 

Hal serupa juga disampaikan Gus Mus dalam bukunya 'Membuka Pintu Langit'. Demikian, cukuplah umat sadar bahwa dirinya adalah bangsa Indonesia yang terdiri dari 400 lebih suku, tradisi, budaya dan keyakinan serta kepercayaan yang berbeda-beda namun bisa hidup berdampingan dengan damai selama berabad-abad. 

Dalam konteks inilah, banyak aktivis dan kalangan menilai bahwa ucapkan selamat natal dengan tujuan untuk menjaga keharmonisan serta menegakkan kesatuan dan persatuan antar umat beragama dan bangsa Indonesia adalah suatu kebijaksanaan yang mesti diapresiasi. 


Saya rasa sangat cukup lah dengan dua pemahaman tersebut untuk kita dapat memahami lagi persoalan seperti itu dengan spektrum yang berbeda. Kreatif lah, kata orang 'Out Of The Book'. Itu artinya sama saja dengan kreatif. Jangan memahami persoalan/permasalahan secara kasat mata tog, makna sejati itu kadang tersembunyi dalam substansi bukan visualisasi. Berpikir berbeda akan menemukan hal berbeda pula, maka beranikanlah berpikir liar, berpikir bebas. Dalam Alquran pun juga demikian kan, diajak untuk selalu senantiasa berpikir, sama banyaknya dengan ajakan untuk berzikir. Tidak perlu takut salah, toh Tuhan pun tidak mempertanyakan benar atau salah yang penting usaha dulu. 

Dan jika hal seperti itu sudah aman dalam arti tidak ada lagi perdebatan antar kalangan. Maka, ini akan menjadi kado yang istimewa untuk kebhinekaan kita, kerukunan beragama kita, dan persatuan kesatuan kita Republik Indonesia.  
Share:

Sabtu, 24 Desember 2016

Malem Minggu

       Kumpulan DP Bbm Lucu Malam Minggu Lucu

Hujan yang acap kali tumpah akhir-akhir ini mungkin menjadi suatu suksesi dalam sistem berpacaran. Malam minggu apalagi, seakan jadi rajanya hang out, puncak temu kangen dengan orang terkasih, bertemunya dua hati yang berlandaskan hubungan sakral membuat mereka anak cinta semakin kegirangan saja. Walau perencanaan telah tersusun sedemikian matang, Agaknya atmosfer langit kadang akan memberi jawaban yang berbeda dari yang diharapkan. Cuaca akan memvonis mereka dengan perasaan was-was.

 Tentu saja bagi seorang jomblo, apapun tidak jadi masalah. Baginya 'jomblo', malam minggu hujan adalah anugerah tersendiri bagi mereka. Entah disadari atau tidak, ada semacam doa terselubung yang disematkan kepada mereka yang berpacaran. Orang bilang, ketika sabtu malam, boleh dikatakan begitu dan memang begitulah sebaiknya, di atas langit terjadi tabrakan doa dua kubu ,yakni doa kubu jomblo dan doa kubu lover's yang termaksud masing-masing, yang jomblo minta hujan, yang lover's minta terang (entahlah) dan berikutnya dan berikutnya. "Hujanlah yang deras biar mereka gatot malmingannya,," begitu pikir si jomblo barangkali. Akan tetapi, tidak disangka-sangka ada ideologi baru sedang berkembang dewasa ini dan itu memukul telak asumsi dan thesis si jomblo. Ternyata mereka malah dapat angin segar karena hujan, "Justru berkat hujan ini kami dapat kehangatan ekstra largest,," sanggah orang pacaran. 

Sungguh statement ini mematahkan teori si jomblo yang menyatakan bahwa hujan adalah musuh bebuyutan kaum lover's, dan itu menjadi antitesis bagi thesis si jomblo. Tunggu dulu tunggu dulu, sebentar, mereka pikir kami "kaum jomblo" berhenti pada asumsi awal apa?  Haa,, kami sudah mempersiapkan itu, segalanya telah kami kalkulator sedemikian manis, sehingga teori-teori baru akan tetap bertarung melawan teori mereka "kaum lover's". Seolah-olah masyarakat lover's tak mau kalah dan juga berpikiran demikian, maka percekcokan akan terus berlangsung hingga mereka memperoleh kesimpulan akhir berupa sintesis di hari kemudian. Lalu pada akhirnya mereka tetap konsisten pada statement masing-masing sampai hari bahagia (pernikahan), sekian.

#Guyonan_malem_minggu
#budayakan_menulis_dari_dini_ya_dik
#hehe,, 😂
Share: